Aceh, Fakta Nusantara. 21 Tahun lalu. Desember 2004. Saat Tsunami melanda Banda Aceh semua jalur darat ke sana terputus. Kala itu, bantuan kemanusiaan mengalir deras baik dari dalam maupun dari luar negeri. Namun bantuan tidak bisa menembus daerah bencana dan menumpuk di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh..
Tsunami menghancurkan akses darat, sehingga bantuan tidak bisa disalurkan.
Dalam kondisi ini Susi berinisiatif mengirimkan bantuan melalui pesawat udara. Bersama suaminya saat itu Christiant, Susi terbang menggunakan Cessna Caravan. Satu-satunya pesawat yang dia operasikan melalui bendera PT ASI Pudjiastuti.
Daerah pertama yang dituju oleh ibu tiga anak ini adalah Pulau Simeuleu, yang merupakan pulau terdekat dari pusat bencana. Namun, ia tidak bisa langsung masuk ke pulau itu, karena masih dinyatakan tertutup pada Senin itu.
Pesawatnya baru bisa mendarat di Pulau Simeuleu pada hari kedua. Susi menjadi orang pertama yang berhasil mendarat di Aceh.
Pontang panting dan kerja keras Susi di Aceh kemudian tersebar melalui mulut ke mulut.
Keberhasilan Susi menembus daerah bencana ini kemudian menjadi titik awal nama ibu nyentrik namun welas asih ini terdengar…
Ia menggunakan biaya sendiri membeli avtur pesawat nya untuk membawa bantuan ke Aceh dimana banyak pihak masih menunggu jalur bisa terbuka!
Bolak balik ia menerbangkan pesawatnya hanya untuk membawa bantuan yang paling dibutuhkan korban Tsunami.
Sosok Susi Pudjiastuti tak akan dilupakan warga Aceh sampai hari ini..
Sumber : Sigit Rahardjo/ Hj Hagia Sophia
Editor : Tim Redaksi
