OBA UTARA – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Maluku Utara mengerahkan personel Unit Satwa (K9) untuk memperkuat operasi pencarian seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara. Pelibatan Unit K9 dilakukan pada hari kedua pencarian, Selasa (3/2/2026), sebagai upaya memaksimalkan proses penelusuran di medan yang cukup berat.
Korban diketahui bernama Landi Landia (69), warga Desa Kusu, yang dilaporkan belum kembali ke rumah sejak 24 Januari 2026. Hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui, sementara tim gabungan terus menyisir area yang diduga menjadi lokasi terakhir aktivitas korban.
Mengingat luasnya wilayah pencarian yang mencakup area perkebunan dan hutan dengan vegetasi lebat, pihak kepolisian memutuskan untuk melibatkan anjing pelacak guna membantu mendeteksi jejak korban yang sulit ditemukan secara visual oleh manusia.
Direktur Samapta Polda Maluku Utara, Kombes Pol Agus Setyo Herman, S.I.K., M.A.P., menjelaskan bahwa pelibatan Unit K9 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan dukungan maksimal kepada tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan relawan masyarakat.
> “Kami menurunkan satu ekor anjing pelacak terlatih, yakni K9 Jors, yang memiliki spesialisasi tracking. Fokus pencarian diarahkan pada kawasan hutan dan kebun yang diduga menjadi lokasi terakhir korban beraktivitas,” jelas Kombes Pol Agus.
Ia menambahkan, kemampuan penciuman anjing pelacak diharapkan mampu menemukan jejak spesifik, barang pribadi, atau tanda-tanda keberadaan korban yang kemungkinan terlewat oleh pengamatan manusia, sehingga dapat mempersempit area pencarian.
> “K9 memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam. Dengan dukungan ini, kami berharap pencarian bisa lebih efektif dan cepat menemukan titik terang,” ujarnya.
Adapun identitas warga yang masih dalam pencarian adalah sebagai berikut:
Nama: Landi Landia
Usia: 69 Tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara
Kombes Pol Agus menegaskan bahwa tim K9 akan terus bekerja secara intensif bersama tim gabungan di lapangan hingga batas waktu operasi yang telah ditentukan atau sampai korban berhasil ditemukan.
> “Kami berkomitmen untuk terus membantu proses pencarian secara maksimal. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci dalam operasi kemanusiaan ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan menyisir sejumlah titik rawan di sekitar lokasi hilangnya korban. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melaporkannya kepada petugas terdekat demi mempercepat proses pencarian.
Tim Redaksi
