oleh

Angota BPD Geram Kepada Oknum Perangkat Desa Yang Di Duga Telah Memalsukan Tanda Tangannya

Fakatanusantara.net || Cianjur – Dugaan pemalsuan tandatangan yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, membuat geram anggota BPD. Menurut keterangan salah satu anggota BPD Desa Cijagang tersebut mengaku bahwa tanda tangannya dipalsukan dalam setiap lembar LPJ desa sejak tahun 2021 hingga saat ini (08/12) 2022.

Pernyataan serupa disampaikan anggota LPM Ceceng, bahwa selama ini BPD dan LPM tidak pernah dilibatkan dalam setiap agenda desa apalagi dalam hal pembangunan pisik yang ada di desanya, apalagi membubuhkan tandatangan.

Tati Sekretaris BPD saat dijumpai di rumahnya membeberkan keterangan bahwa benar ada vois ketua di group WAG (WhastsApp) yang menjelaskan bahwa adanya dugaan pemalsuan tandatangan BPD dalam penandatanganan lembar berkas LPJ Desa.

“Iya benar, tanda tangan saya sendiri diduga dipalsukan oleh pihak pemdes dan setiap ada program baik itu pembangunan ataupun lainnya tidak pernah dilibatkan, saya keberatan dan akan menutut pertanggung jawabannya,” ujar Tati.

“Saya pun sudah melaporkan kepihak kecamatan, dan jawabannya harus oleh pihak ketua,” ungkapnya.

Hal tersebut senada dengan yang  disampaikan Deuis Anggota BPD (Sie Kemasyarakatan), bahwa menurut keterangannya tanda tangannya pun telah dipalsukan.

“Tanda tangan saya juga sama dipalsukan, dugaan itu muncul ketika setiap program berjalan padahal saya belum pernah  dilibatkan apalagi menandatangani berkas laporan apapun dari pihak pemerintah desa,” terang Deuis.

“Sangat keberatan adanya oknum tandatangan palsu, jadi beban moral kepada warga masyarakat, kan saya wakil mereka. Saya sering ditegor kalau BPD gak ada kerjanya, padahal saya hanya diajak dan selalu hadir tiap undangan musyawarah di desa, namun pada akhirnya realisasinya sampai saat ini tidak pernah tahu, baik itu perubahan anggaran atau pun yang lainnya,” paparnya.

Sementara itu Sekretaris Desa saat dikomfirmasi melalui sambungan selulernya mengatakan, bahwa perkara tersebut sudah lama terjadi.

“Itu perkara yang sudah lama bang, saya coba konfirmasi ke pak ketua BPD kebetulan ketua BPD lagi di Jawa, pulang kampung bang. emang tanda tangan yang mana saya ‘pengen apal’ (ingin tahu-Red), masalah voice not itu, saya lagi bicara dikantor desa kebetulan saat itu ada temen-temen BPD gak tahu masalah itu ada yang rekam atau gimana,” katanya.

“Abdi rada emosi (Saya agak emosi-Red) seharusnya pak ketua BPD itu sebelum diumbar ke orang lain seharusnya etika ada konfirmasi dulu sama yang bersangkutan,” ucapnya.

“Matak ku ku abdi telepon langsung taros pak Kades, bu kades aya konfirmasi teu ti ketua BPD ? teu aya. (Makanya saya telpon langsung tanya pak Kades,bu Kades ada komfirmasi nggak dari ketua BPD? nggak ada-Red) .Pas saya telepon ketua BPD ternyata ketua BPD juga tidak tahu saya lagi di Jawa cenah (katanya-Red),” jelasnya dalam bahasa Sunda.

“Dan hal itu sudah selesai sebetulnya, sudah berkumpul bahkan para kasi, pak Kades juga ada,” tutupnya.

Saat awak media mencoba komfirmasi kepihak Kecamatan, ternyata orang yang di tuju tidak ada di kantornya, sampai berita ini dimuat pihak Kecamatan belum bisa dimintai keterangannya. (Anwar)

Apa Tanggapan Anda ?
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed