oleh

Geger, John Antoni Ngamuk Di Kantor Desa Semeteh

Faktanusantara.net || Musirawas – Kepala Desa Semeteh dan Sekretaris Desa beserta Perangkat Desa melaporkan ke Kapolres Musirawas, atas kejadian yang terjadi di Kantor Desa Semeteh pada Senin (08/11) 2021 kemarin, yang dengan tiba-tiba datang seseorang yang langsung ngamuk dengan melontarkan kata-kata kasar dan menggebrak meja, (08/11) 2021.

Sore harinya Pemerintah Desa melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musirawas dan bertemu langsung dengan Kasat Reskrim Polres Musirawas pada pukul 15.45 WIB.

Kronologi kejadiannya, pada waktu itu Jhon Antoni tiba-tiba langsung menerobos memasuki Kantor Kepala Desa Semeteh tanpa menyebutkan keperluan apapun kepada Perangkat Desa dan tanpa alasan yang jelas Jhon Antoni langsung marah-marah dan mengebrak meja diruang Aula Kantor Desa Semeteh.

Jhon Antoni berteriak sangat keras hingga terdengar oleh warga sekitar Kantor Desa, sehingga pada saat itu warga yang mendengar keributan tersebut langsung keluar rumah dan mendatangi Kantor Desa.

Selang berapa lama Jhon Antoni kembali ditanya oleh Sekretaris Desa mengenai keperluannya Jhon Antoni mendatangi Kantor Desa.

“Jhon Antoni menjawab ‘ingin ngelabrak’, dengan alasan buntut dari pemberitaan media Online terkait tanah Desa yang menyebut ada namanya dalam statemen berita tersebut,” papar Sekdes.

Namun sayangnya, Jhon Antoni tidak menanyakan terlebih dahulu secara langsung kepada pihak BPD terkait berita yang beredar.

“Disegel saja Kantor Kepala Desa ini,” ujar Jhon Antoni dengan nada kasar.

Kejadian tersebut sangat mengganggu aktivitas dan psikis para Perangkat Desa dan karena merasa terancam dengan adanya kejadian yang di lakukan Jhon Antoni, maka kemudian para Perangkat Desa melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musirawas.

Persoalan bermula saat kegiatan rapat Antara BPD dan Aliansi pada (03/01) 2021 lalu, yang membahas keterkaitan Nama-nama BPD yang tercantum di dalam register SPH55 aspal yang dibuat Mantan Ketua KUD Jhon Antoni.

Dalam pernyataannya ketua BPD menyebutkan bahwa yang menjual tanah tersebut adalah Jhon Antoni pada saat audiensi dengan Aliansi Masyarakat Semeteh (AMS).

Kejadian tersebut sangat mengganggu aktivitas dan psikis para Perangkat Desa dan karena merasa terancam dengan adanya kejadian yang di lakukan Jhon Antoni, maka kemudian para Perangkat Desa melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musirawas.

“Takut kedepannya terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap kami dan kami langsung ke Polres Musirawas melaporkan kejadian tersebut berharap mendapatkan perlindungan dan keamanan bagi kami,” jelas perangkat Desa yg  ikut hadir memberikan laporan ke Polres Musirawas.

Sampai berita ini diterbitkan, Jhon Antoni belum memberikan klarifikasi apapun kepada awak media Faktanusantara.net walaupun sudah beberapa kali dicoba dihubungi untuk dikonfirmasi tapi tak kunjung ada jawaban. (jp90)

Apa Tanggapan Anda ?
+1
9
+1
5
+1
1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed