oleh

Kejaksaan Negeri Sukabumi Kota Ciduk Oknum Mantan Kepala Sekolah SMKN 4

Faktanusantara.net || Sukabumi Kota – Kendatipun sedang menjabat di SMKN 1, namun dosa yang telah dibuat di sekolah asal yaitu SMKN 4 tetap mengikutinya, hingga pihak Kejaksaan-pun akhirnya mem-prodeo-kan sang oknum Kepala Sekolah tersebut. Sepandai-pandainya tupai melompat tak kan pernah ikut PON.

Mantan Kepala Sekolah SMKN 4 Sukabumi Kota dengan initial DH ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi Kota. Penetapan tersebut terkait dugaan kasus penyalahgunaan dana kunjungan industri yang bersumber dari orang tua peserta didik penerimaan tahun ajaran 2018/2019 di SMKN 4 Kota Sukabumi, saat dirinya menjabat di sekolah tersebut. Guru kencing Berlari terus apa yang terjadi dengan muridnya?

Menurut Kasi Intel Kejari Kota Sukabumi, Arif Wibawa, tim jaksa penyidik Kejari Kota Sukabumi melanjutkan pemeriksaan terhadap DH selaku mantan Kepala SMKN 4 Kota Sukabumi. Hasil penyidikan terhadap kasus dugaan tipikor dana kunjungan industri ini, terdapat bukti kuat sehingga DH ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, hasil pemeriksaan ditemukan bukti kuat sehingga DH ditetapkan tersangka,” ujar Arif pada Rabu (3/11).

Arif menambahkan bahwa tim jaksa penyidik berhasil mengungkap fakta perbuatan yang dilakukan tersangka DH yang menghimpun dana dari orang tua siswa dengan paksaan. Kegiatan kunjungan industri itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi dengan konsekwensi ketidaklulusan siswa jika tak dipenuhi.

“Di mana tujuan awal peruntukkannya bagi kegiatan kunjungan industri siswa. Namun pada akhirnya seluruh dana yang terhimpun sebesar Rp. 545 juta dipergunakan seluruhnya untuk kepentingan pribadi. Kunjungan industri siswa itu pun tidak pernah terealisasi,” ungkapnya.

Saat ini, DH telah dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan dengan pertimbangan objektivitas dan subjektivitas, guna memperlancar jalannya pemeriksaan.

“Saat ini tersangka dilakukan penahanan di Rutan Polres Sukabumi Kota karena ruang isolasi di Lapas Kelas IIB Sukabumi sudah penuh,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar serta Pasal 8 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp750 juta.

“Saat ini, kami masih mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi ini,” ucap Arif diakhir keterangannya. (Agus Pren)

Apa Tanggapan Anda ?
+1
6
+1
0
+1
0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed