oleh

Munculnya Nama PT Cikencreng Resahkan Masyarakat Lubuk Linggau Utara 1

Faktanusantara.net || Lubuk Linggau – Salah satu warga Petanang juga selaku Ketua Forum Formalus (Beny), beliau menjelaskan akan tetap mempertahankan lahan tanah adat/lahan warga setempat yang di duga di klaim mengatas namakan PT Cikencreng, Beny bersama masyarakat di Kelurahan Lubuk Linggau Utara 1 terus mempertahankan lahan tanah seluas 1245 HA tersebut, Rabu (20/10) 2021.

Beny menjelaskan, lahan adat milik masyarakat tersebut sejarahnya dulu bekas ERFPACH VERP.NOMOR 133 seluas 1245 HA dan dikembalikan kemudian dikuasai lagi oleh masyarakat pada tahun 1980 sampai saat ini dan menjadi sumber pencarian masyarakat untuk bertani dan bercocok tanam.

Sejak Lubuk Linggau masih berstatus Wilayah Kabupaten Musi Rawas, Bupati yang menjabat pada waktu itu SOEP ITAMAT, telah ada kesepakatan antara masyarakat dengan Pemerintah kala itu bahwa lahan tersebut di bebaskan untuk masyarakat dan berstatus lahan adat, kemudian ditanda tangani juga oleh :

1. Bupati Musi Rawas
2. DPRD Kabupaten Musi Rawas
3. Tokoh adat setempat.

Kemudian pada tahun 2017 terjadilah perselisihan antara Pemkot Lubuk Linggau dengan masyarakat penggarap, dan akhirnya terjadilah kesepakatan yang menghasilkan 8 poin dalam Surat Kesepakatan tersebut.

Nota Kesepakatan Yang Ditandatangani Oleh Beberapa Pihak Terkait

Kesepakatan tersebut terbentuk dan ditandatangani oleh beberapa unsur Steakholder, diantaranya :

1. Pemerintah kota lubuk linggau
2. ketua DPRD kota lubuk linggau
3. BPN kota linggau
4. Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda Lubuk Linggau Utara 1.

Namun anehnya setelah nota kesepakatan telah terjadi, tiba-tiba muncul nama PT Cikencreng yang mengklaim bahwa lahan tersebut milik PT Cikencreng bahkan ingin memasang patok pada tanggal 16 /10/2021.

Kemudian pada saat Oknum yang mengaku perwakilan PT Cikencreng yang di dampingi oleh oknum anggota Polsek Lubuk Linggau Utara 1 dan Polres Kota Linggau turun kelapangan untuk memasang patok, masyarakatpun mempertanyakan Surat Perintah (tugas) baik dari jajaran Kepolisian maupun dari Oknum yang mengatas namakan PT. Cikencreng, dan ternyata yang bersangkutan tidak dapat menunjukan Surat Tugas dan Perintah tersebut, akhirnya terjadilah debat antara kedua belah pihak.

Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan Beny Saputra selaku Ketua Forum Formalus sepakat dengan pihak aparat Kepolisian dan oknum yang mengatasnamakan perwakilan dari PT Cikencreng untuk membubarkan diri masing- masing.

Beny saputra Ketua Forum Formalus mengaku kecewa kepada Pemkot Lubuk Linggau, atas kejadian tersebut kanapa bisa sampai terjadi, padahal sudah jelas ada surat kesepakatan bersama yang menghasilkan 8 poin itu.

Di tempat terpisah, Camat Kecamatan Lubuk Linggau Utara 1 (Dody Dores), saat di konfirmasi oleh awak media mengenai PT Cikencreng, beliau mengaku tidak mengetahuinya.

“Karena kan saya baru menjabat enam bulan kurang lebih di camat utara 1, misalnya mau kirim surat atau untuk memanggil pihak mengatas namakan PT Cikencreng ini saya tidak tahu, karena memang tidak jelas keberadaannya di wilayah Lubuk Linggau Utara 1 ini,” tutupnya.(Tommy jp)

Apa Tanggapan Anda ?
+1
13
+1
0
+1
0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

News Feed