oleh

SMKN 1 Gunungguruh Kab. Sukabumi Lakukan Pungli ? Kwitansi Dengan Nominal Rp 400 Ribu Masih Jadi Misteri

Faktanusantara.net || Kabupaten Sukabumi – Lagi – lagi, diduga sebuah penyiasatan Pungutan Liar terjadi lagi di salah satu sekolah yang tidak jelas peruntukannya, orang tua murid kembali menjadi korban alias dirugikan oleh lembaga yang bernaung di dalam dunia pendidikan. “Angsuran Sukarela??????”.

Menurut penelusuran faktanusantara.net dari beberapa orang tua wali murid di sekolah tersebut diantaranya Wali Murid A, mengatakan pungutan tersebut untuk bayar ulangan dan kalau tidak bayar tidak bisa mendapatkan nomor untuk mengikuti ulangan. Orang tua yang B, mengatakan untuk angsuran DSP. Selanjutnya orang tua wali murid yang lain lagi mengatakan tidak tahu untuk apa pokoknya harus bayar dengan nominal 400 ribu rupiah.

Pada kwitansi tersebut tertera nominal Rp. 400 ribu rupiah dengan keterangan “Angsuran Sukarela.” Sukarela kok di Angsur ? Bukankah “Sukarela” itu artinya berapa saja boleh bayar atau tidak. Sedangkan “angsuran” itu identik dengan cicilan alias sistem pembayaran yang dilakukan lebih dari satu kali ? Lantas apa artinya “sukarela” kok di “angsur.” Apakah ini yang dinamakan Pungutan Liar secara sistematis dan terstruktur ? Oleh SMKN 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

Dalam penelusuranya faktanusantara.net dua kali mendatangi SMKN 1 Gunungguruh tidak berhasil menemui pihak sekolah baik Kepala Sekolah (kebetulan kepala sekolah baru) maupun guru untuk mendapatkan keterangan dari teka teki kwitansi dengan keterangan “angsuran sukarela” yang bernominal Rp. 400 ribu tersebut.

Faktanusantara.net akhirnya berhasil menemui Ade Rusliana Kepala Sekolah yang saat ini bertugas di SMKN di wilayah Kecamatan Gegerbitung Selasa (21/12), terkesan cuci tangan ia memberikan keterangan yang cukup simple karena menurutnya sudah bukan kepala sekolah di SMKN 1 Gunung Guruh lagi.

“ini semua sudah menjadi kesepakatan yang kami lakukan dengan Komite dan wali murid, dan kalau ingin lebih jelas lagi temui pak Legimin sebagai Humas di SMKN 1 Gunung Guruh,” kata Ade.

Lagi-lagi Komite selalu dijadikan bemper di kala ada permasalahan yang berkaitan dengan keuangan yang berasal dari siswa/i. Team faktanusantara.net pada hari yang sama langsung menuju ke SMKN 1 Gunung Guruh.

Legimin yang akrab disapa Paklek sebagai Humas SMKN 1 Gunung Guruh membenarkan bahwa “angsuran sukarela” itu ada bahkan selain itu juga ada dana infak Rp. 200ribu rupiah/murid dengan alasan untuk pembangunan Mesjid di sekolah tersebut. Dan terkait dana empat ratus ribu rupiah per siswa/i tersebut, menurutnya apa yang dikatakan oleh beberapa wali murid itu tidak benar.

“Angsuran sukarela tersebut akan kami gunakan untuk beberapa kebutuhan di sekolah, apalagi kami masih membutuhkan penambahan 11 lokal/kelas baru llag,” ucap Legimin.

DSP ?
Polemik DSP (Dana Sumbangan Pendidikan yang terjadi di SMKN dan SMAN di Sukabumi akhir-akhir ini sedang menghangat dan menjadi sorotan serta persoalan yang cukup kotrifersif antara pihak sekolah dan orang tua wali murid pada dunia pendidikan di Sukabumi. Bahkan sempat salah satu Ormas sempat melakukan demo di Kantor Cabang Dinas Provinsi Jawabarat di jalan Selabintana beberapa pekan yang lalu menyoal terkait DSP dan beberapa dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak SMKN/SMAN di Sukabumi.

Diharapkan pihak-pihak yang berwewenang segera mampu mengungkap segala bentuk dugaan penyiasatan penyimpangan yang masih menjadi misteri di dunia pendidikan khususnya di Kab. Sukabumi. (Agus Pren)

Apa Tanggapan Anda ?
+1
7
+1
1
+1
2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

News Feed