Jakarta ( faktanusantara.net ), Indonesia menargetkan kapal induk Giuseppe Garibaldi dapat diterima sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada 5 Oktober 2026. Kapal tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Italia kepada Indonesia sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara.
Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut diberikan tanpa biaya pembelian. Namun, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan anggaran untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian sistem agar sesuai dengan standar dan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut.
“Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL,” ujar Rico saat dihubungi di Jakarta, Februari 2026.
Apabila proses hibah dan penyesuaian berjalan lancar, kapal ini akan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia. Kehadiran Giuseppe Garibaldi diyakini menandai babak baru dalam proyeksi kekuatan laut dan udara Indonesia, memperluas jangkauan operasi TNI AL hingga melampaui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan mendukung konsep kekuatan laut dalam atau blue water navy.
Kapal induk yang lunasnya diletakkan pada 1981 di galangan Monfalcone dan resmi bertugas sejak 1985 ini memiliki panjang sekitar 180,2 meter. Dengan dek yang luas, kapal ini mampu mengoperasikan pesawat tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal (V/STOL) serta berbagai jenis helikopter, termasuk helikopter angkut berat dan anti-kapal selam.
Selain fungsi pertahanan, letak geografis Indonesia yang rawan bencana menjadikan kapal induk ini berpotensi besar sebagai pusat bantuan kemanusiaan. Fasilitas medis dan kapasitas logistik di dalamnya memungkinkan kapal berfungsi sebagai rumah sakit terapung serta pusat evakuasi saat terjadi bencana alam di wilayah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Di sisi lain, dinamika keamanan di kawasan Laut Natuna Utara menuntut kehadiran kekuatan maritim yang solid. Kapal induk memiliki efek tangkal (deterrence effect) yang signifikan dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan nasional. Dengan kemampuan proyeksi kekuatan udara dari laut, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar strategis di kawasan.
Meski belum ada pengumuman resmi dari Markas Besar TNI AL mengenai nama baru kapal tersebut, beredar kabar bahwa kapal induk ini akan dinamai KRI Gajah Mada. Nama tersebut merujuk pada sosok Mahapatih Majapahit, Gajah Mada, yang dikenal sebagai simbol pemersatu Nusantara—sebuah makna yang dinilai selaras dengan visi penguatan kejayaan maritim Indonesia di masa depan.
Tim Redaksi
