Bangka Belitung ( faktanusantara.net ), Dalam rangka pelaksanaan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun 2025, unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) TNI Angkatan Laut melaksanakan rangkaian serial latihan saat bergerak menuju daerah latihan (Rahlat) di Perairan Bangka Belitung, Sabtu (14/2).
Adapun unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, dan KRI Pulau Fani-731. Selain itu, KRI John Lie-358 juga turut tergabung sebagai bagian dari unsur yang dilibatkan dalam Latopshantai 2025.
Rangkaian latihan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada II, I G. P. Alit Jaya, yang bertindak selaku Panglima Kogasgabfib. Dalam pelaksanaan latihan, Pangkoarmada II melaksanakan on board di KRI Brawijaya-320 untuk memantau secara langsung jalannya serial latihan serta memastikan seluruh unsur berjalan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan.
Serial latihan yang digelar selama pelayaran menuju Rahlat ini menjadi bagian penting dari skenario Latopshantai 2025. Kegiatan tersebut dirancang untuk menguji kesiapan personel dan alutsista, meningkatkan interoperabilitas antar unsur, serta memperkuat koordinasi taktis di lapangan.
Melalui latihan ini, TNI AL berupaya memastikan setiap unsur Kogasgabfib mampu melaksanakan operasi pertahanan pantai secara terpadu, efektif, dan profesional. Sinergi antar kapal perang dan satuan pendukung menjadi kunci utama dalam membangun kesiapan tempur yang optimal.
Latopshantai 2025 diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dan taktis prajurit, tetapi juga memperkuat soliditas serta respons cepat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah perairan strategis nasional, khususnya di kawasan Bangka Belitung.
Tim Redaksi
