Fakta.Nusatara.Net | Sungai Kakap, Kubu Raya – Nelayan tradisional di kawasan Jalan Raya Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, hingga kini masih aktif menjalankan aktivitas perikanan sebagai sumber utama penghidupan.
Keberadaan bagan penampung hasil laut turut mendorong tumbuhnya UMKM masyarakat nelayan pesisir dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal.
Di tengah aktivitas tersebut, nelayan pesisir juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana melaut hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dinamika ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan yang bersifat harian dan sangat bergantung pada alam.
Ketua Koperasi Produsen Kuala Tanjung Pesisir Perikanan Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, M. Noor AB, menyampaikan bahwa nelayan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi dan pangan daerah.
Oleh karena itu, ia menilai penting adanya penguatan program serta dukungan yang tepat sasaran bagi sektor perikanan rakyat.
“Nelayan tetap berusaha produktif meski dihadapkan pada cuaca yang sulit diprediksi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar keberlangsungan usaha nelayan tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan dan pemahaman terhadap kebutuhan riil nelayan sangat diperlukan agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata.
Sarana dan prasarana perikanan yang memadai akan membantu nelayan bekerja lebih optimal di tengah keterbatasan yang ada.
Ia juga menambahkan bahwa koperasi berupaya menjadi penghubung antara nelayan dan pihak terkait agar tercipta sinergi yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui upaya bersama antara nelayan, koperasi, dan pemerintah, diharapkan sektor perikanan pesisir Sungai Kakap dapat terus berkembang dan menjadi penopang ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(HR)
