PINGGIR, BENGKALIS ( faktanusantara.net ), fakta nusantara. Net Modus barcode dan pergantian plat kendaraan kembali digunakan, menunjukkan lemahnya sistem pengawasan. Banyaknya kegiatan ilegal di Provinsi Riau dan sempat mencuat berita – berita diberbagai media online , sempat meresahkan masyarakat dan publik, menyingkapi laporan – laporan masyarakat sempat membuat kegiatan usaha para mafia ilegal Tiarap Total berdasarkan instruksi Kapolri untuk seluruh Provinsi Riau , bahkan dengan adanya penangkapan para mafia pelangsir yang mempermainkan barkot dan tukar – tukar nomer plat kendaraan yang belum lama viral dan mencuat ke permukaan publik dari berbagai media online , bahkan adanya razia besar- besaran diseluruh Provinsi Riau sekaligus pemasangan spanduk ” Selamatkan Energi BBM “.
Berdasarkan laporan masyarakat , serta hasil pantauan dan investigasi awak media , LSM bersama Tim di lapangan, terlihat JELAS dan BENAR bahwa masih adanya salah satu SPBU No.14.287.6121 yang beralamat Jalan Swadaya Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau,
yang dengan bebas menjalankan aktivitasnya untuk memberikan peluang terhadap Mafia pelangsir- pelangsir BBM bersubsidi jenis Solar , sedangkan semua kegiatan aktivitas pelangsir Tiarap Total di seluruh SPBU yang ada di Provinsi Riau berdasarkan instruksi Kapolri , namun SPBU tersebut tidak mengindahkannya bahkan terkesan tidak takut dengan ketentuan UU Migas dan hukum yang berlaku di wilayah hukum Polsek Pinggir dan Polres Bengkalis , Apakah tidak adakah Aparat Penegak Hukum ( APH ) di wilayah Hukum Polsek Pinggir dan Polres Bengkalis ?? diduga adanya atensi dari para mafia pelangsir tiap bulannya kepada oknum Aparat Penegak Hukum Polsek Pinggir Kab.Bengkalis, sehingga dengan bebasnya para mafia pelangsir berkali – kali mengisi minyak BBM bersubsidi jenis solar di SPBU tersebut , seolah ada pembiaraan dari pihak APH dan SPBU ,bahkan sengaja melanggar peringatan tegas dari pihak PT. Pertamina dan juga BP- Migas.,serta instruksi Kapolri dan Kapolda Riau, dan Kebal Hukum ,Senin ( 21/4/2026 ).
Awak media terus melakukan investigasinya ke lapangan dan berusaha menggali info – info tentang adanya kegiatan tersebut melalui masyarakat sekitar bahkan melalui beberapa para supir pelangsir yang tidak mau menyebutkan namanya , diduga adanya kerja sama oknum – oknum terkait demi melancarkan jalannya aktivitas para mafia pelangsir tersebut , adanya kordinator lapangan para mafia pelangsir dan atensi para wartawan yang datang ke SPBU sebut saja berinisial SBRG , Manager SPBU AGS , Humas berinisial WGS , bahkan adanya dugaan Pembeckupnya adalah salah satu oknum Wartawan berinisial JHN HITLR LBKSN HTBLN yang mana anaknya DAVID juga sebagai seorang Pelangsir dan Penimbun Minyak BBM bersubsidi ilegal , dan yang lebih memalukan lagi diduga adanya seorang Oknum anggota APH Polsek Pinggir yang juga menjalankan usaha Pelangsiran minyak di SPBU tersebut , aktivitasnya ( menurut laporan masyarakat yang tidak mau menyebutkan namanya ), membuat citra institusi kepolisian buruk Dimata masyarakat dan publik sehingga hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian RI, yang seharusnya kepolisian dapat mengayomi dan membantu masyarakat serta memberikan contoh yang baik, sebut saja oknum tersebut berinisial JSHA dan masih aktif .
Dengan waktu bersamaan , awak media , LSM bersama Tim terus memantau mobil – mobil para mafia pelangsir yang Mengantri memenuhi SPBU tersebut , mobil pelangsir tersebut tidak hanya sekali dalam mengisi minyak BBM bersubsidi tersebut, melainkan berulang – ulang dengan jarak waktu yang tidak lama., dan beralasan ” Kami isi sesuai barkot dan nomor plat mobil ” alasan tersebut di jumpai seluruh SPBU yang ada di Provinsi Riau.
( Musani )
